Gardabola
  • Home
  • Liga Inggris
  • Spanyol
  • Liga Italia
  • Liga Jerman
  • Liga Belanda
  • Liga Prancis
  • Jadwal Bola
  • Hasil Pertandingan
  • Transfer
  • Fifa Club World Cup
  • Liga Indonesia
BerandaPemain

Rp1,9 Triliun ? Tottenham Jual Bale, Dapat 7 Pemain yang Tak Pernah Menjawab Ekspektasi

. 18.1.26

Mantan Pemain Tottenham Hotspur Gareth Bale. Foto : Instagram/midnight.football_

Tottenham Hotspur pernah berada di persimpangan sejarah pada musim panas 2013. Klub asal London Utara itu membuat keputusan besar dengan melepas Gareth Bale ke Real Madrid. Nilai transfernya mencapai 85 juta dollar atau setara dengan Rp1,9 Triliun, dan memecahkan rekor dunia saat itu. 

Banyak yang percaya, dana segar tersebut akan menjadi titik awal kebangkitan Spurs menuju level elite Eropa. Namun sepak bola jarang berjalan lurus. Alih-alih menggantikan Bale dengan satu bintang baru, Tottenham memilih strategi berbeda. 

Mereka memecah uang Bale untuk mendatangkan tujuh pemain sekaligus. Sebuah langkah berani yang saat itu dipuji sebagai revolusi transfer ala moneyball di Premier League.

Sayangnya, eksperimen tersebut justru menjadi salah satu kesalahan terbesar dalam sejarah modern Tottenham.

Kepergian Bale dan Harapan Era Baru

Gareth Bale bukan sekadar pemain bintang bagi Tottenham. Ia adalah simbol kebangkitan klub. Kecepatan, kekuatan, dan gol-gol spektakulernya membawa Spurs kembali diperhitungkan di Inggris dan Eropa.

Saat Real Madrid datang dengan tawaran fantastis, Tottenham sadar mereka tidak bisa menahan Bale. Daniel Levy pun diyakini mampu memaksimalkan dana transfer tersebut. Ekspektasinya jelas: membangun skuad yang lebih kuat, lebih dalam, dan tidak bergantung pada satu pemain.

Keyakinan itu membuat Tottenham menempuh jalur yang jarang diambil klub Inggris kala itu.

    Foto : Instagram/midnight.football_.

Realita Tujuh Rekrutan dari Satu Bintang

Dengan uang Bale, Tottenham mendatangkan Paulinho, Roberto Soldado, Nacer Chadli, Etienne Capoue, Vlad Chiricheș, Erik Lamela, dan Christian Eriksen. Nama-nama tersebut dianggap cocok dengan filosofi baru klub.

Secara teori, langkah ini masuk akal. Spurs tidak hanya menambal satu posisi, tetapi memperkuat hampir seluruh lini. Dari striker, gelandang bertahan, playmaker, hingga bek tengah.

Banyak pengamat memuji Tottenham. Mereka dinilai cerdas, efisien, dan visioner. Namun sepak bola tidak dimainkan di atas kertas.

Realita di Lapangan yang Tak Sesuai Harapan

Musim demi musim berjalan, hasilnya jauh dari ekspektasi. Roberto Soldado yang dibeli mahal gagal menjadi mesin gol. Paulinho tampil inkonsisten dan tak pernah benar-benar cocok dengan ritme Premier League.

Capoue dan Chiricheș tak mampu memberi stabilitas. Chadli memang sempat produktif, tetapi tidak cukup konsisten. Lamela menunjukkan determinasi tinggi, namun cedera dan performa naik turun membuat potensinya tak sepenuhnya mekar.

Dari tujuh nama tersebut, hanya satu yang benar-benar bersinar.

Eriksen, Satu-Satunya Keberhasilan Nyata

Christian Eriksen menjadi pengecualian besar. Gelandang asal Denmark itu berkembang menjadi otak permainan Tottenham. Kreativitas, visi, dan kontribusi golnya menjadikan Eriksen pilar utama Spurs selama bertahun-tahun.

Ia bukan sekadar rekrutan sukses, tetapi simbol bahwa Tottenham sebenarnya punya kemampuan merekrut pemain berkualitas. Sayangnya, Eriksen hanyalah satu dari tujuh.

Perbandingan dengan Bale pun tak terhindarkan. Spurs kehilangan sosok penentu, pemain yang bisa mengubah laga sendirian.

Ironi: Gagal, Tapi Menjadi Titik Balik

Ironisnya, kegagalan proyek “tujuh pemain Bale” justru membawa pelajaran penting. Tottenham menyadari bahwa belanja besar tidak selalu berarti kemajuan. Struktur, kesabaran, dan keseimbangan skuad jauh lebih krusial.

Kesalahan tersebut membentuk pendekatan baru klub dalam jangka panjang. Tottenham mulai lebih berhati-hati dalam rekrutmen. Fokus pada pemain muda, pengembangan jangka panjang, dan identitas permainan yang jelas.

Fondasi inilah yang kemudian dimanfaatkan Mauricio Pochettino.

Warisan yang Terasa di Era Pochettino

Beberapa tahun setelah kegagalan itu, Tottenham bangkit. Di bawah Pochettino, Spurs menjelma menjadi tim muda, agresif, dan kompetitif. Mereka rutin bersaing di papan atas Premier League dan mencapai final Liga Champions 2019.

Tanpa pelajaran pahit dari era pasca-Bale, mungkin Tottenham tidak akan sampai ke titik tersebut. Kesalahan besar itu menjadi guru paling mahal.

Kini, kisah £85 juta dan tujuh rekrutan itu dikenang sebagai peringatan klasik dalam sepak bola modern. Uang besar tidak menjamin kesuksesan. Dan terkadang, kehilangan satu bintang tidak digantikan oleh tujuh nama, tetapi oleh pemahaman yang lebih dewasa tentang bagaimana membangun sebuah tim.

Lebih baru Lebih lama

Komentar

Berita Terkait

    BERITA TERBARU

    BERITA PILIHAN

    Berita Populer

    Latest
    Memuat berita...

    #LigaInggris #PialaDunia #Champions #Transfer #Timnas #Spanyol #Italia #Jadwal #Bundesliga #Prancis #Barcelona #RealMadrid #Liverpool #ManchesterUnited #PSG #Inter #Juventus #ACMilan #Arsenal #Chelsea #Jerman #Indonesia #Amerika #Afrika #Asia #Euro #PialaDunia

    Komentar

    ;}

    Comments

    Responsive Advertisement

    Most Recent

    Lennart Karl, Anak Muda Jerman yang disebut Titisan Mesut Özil

    . 16.12.25

    Gaji Fantastis dan Mahar Transfer Bruno Fernandes Jika Jadi Dipinang Al Hilal

    18.12.25

    Konflik Mbappé vs PSG Memanas: Tuntutan Ratusan Juta Euro Mengguncang Sepak Bola Prancis

    17.12.25

    Mencuatnya Kabar Soal Pelatih Barca Mencari Opsi Tambahan Bek di Bursa Januari

    4.1.26

    Klub Klub Kecil Yang Melahirkan Para Pemain Bintang Dunia

    19.12.25

    Dilihat

    Paing Banyak Dilihat

    Lennart Karl, Anak Muda Jerman yang disebut Titisan Mesut Özil

    16.12.25

    Gaji Fantastis dan Mahar Transfer Bruno Fernandes Jika Jadi Dipinang Al Hilal

    18.12.25

    Konflik Mbappé vs PSG Memanas: Tuntutan Ratusan Juta Euro Mengguncang Sepak Bola Prancis

    17.12.25

    Mencuatnya Kabar Soal Pelatih Barca Mencari Opsi Tambahan Bek di Bursa Januari

    4.1.26

    Klub Klub Kecil Yang Melahirkan Para Pemain Bintang Dunia

    19.12.25

    Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-17 2025/2026: Siap-siap Saksikan Laga Seru

    18.12.25

    Estêvão Willian, Wonderkid Brasil “Messinho” yang Siap Gemparkan Premier League

    16.12.25

    Jadwal Lengkap Liga Belanda Pekan ke 17 dan Klasemen Terbaru

    18.12.25

    Claudio Echeverri: Talenta Muda yang Dinilai Mirip Lionel Messi, Apa Kemiripannya?

    18.12.25

    Ambisi MU Datangkan Antoine Semenyo : Mampukah Terwujud? Formasi Baru Jika Jadi Datang

    25.12.25
    Design by Templateify | Distributed by Theme

    Formulir Kontak