gardabola
  • Home
  • Liga Inggris
  • Spanyol
  • Liga Italia
  • Liga Jerman
  • Liga Belanda
  • Liga Prancis
  • Jadwal Bola
  • Hasil Pertandingan
  • Transfer
  • Fifa Club World Cup
  • Liga Indonesia
BerandaBRI Super League

Regulasi 11 Pemain Asing Super League—Revolusi Berani atau Pengakuan Gagalnya Pembinaan Lokal?

. 14.1.26

Duel pemain asing vs pemain lokal di BRI Super League. (Credit foto : Instagram@mysupersoccer). 

Super League Indonesia tidak sedang berevolusi. Ia sedang mempertaruhkan identitasnya. Ketika PT Liga Indonesia Baru mengumumkan bahwa klub kini boleh mendaftarkan 11 pemain asing, dengan 6 pemain asing maksimal di lapangan serta kewajiban memainkan satu pemain U-23 selama 45 menit, pesan yang tersirat jauh lebih keras dari sekadar perubahan regulasi: 


11 Pemain Asing: Solusi Cepat atas Masalah Lama

Mari jujur. Regulasi ini bukan lahir dari kepercayaan diri, melainkan dari keputusasaan struktural.

Klub-klub Indonesia terlalu sering:

  • runtuh saat tampil di Asia
  • kehabisan tenaga di jadwal padat
  • bergantung pada dua atau tiga pemain asing

Maka solusinya bukan memperbaiki fondasi, tetapi menambah jumlah pemain asing. Ini jalan pintas. Jalan berisiko. Tapi jalan yang dipilih.

Bagi klub besar dengan dana kuat, ini adalah surga. Bagi klub dengan manajemen setengah matang, ini jebakan finansial yang siap meledak.

Duel sesama pemain lokal di BRI Super League. (Credit foto : Instagram@mysupersoccer). 

Batas 6 Pemain Asing: Topeng Proteksi yang Tipis

Pembatasan enam pemain asing di lapangan sering disebut sebagai bentuk perlindungan pemain lokal. Dalam praktiknya, ini perlindungan simbolik.

Enam pemain asing hampir pasti akan mengisi:

  • dua bek tengah
  • satu gelandang bertahan
  • satu kreator
  • satu winger cepat
  • satu striker

Artinya, struktur inti permainan sepenuhnya asing. Pemain lokal hanya mengisi ruang residual. Ini bukan integrasi. Ini ko-eksistensi paksa. Jika pelatih tidak cukup berani dan cerdas, pemain lokal akan kembali menjadi figuran—kali ini di liga mereka sendiri.


Regulasi U-23: Bukan Proteksi, Tapi Alibi

Inilah bagian paling kontroversial: aturan U-23.

Wajib satu pemain U-23 selama 45 menit bukan kebijakan pembinaan. Ini alibi regulasi.

Jika pembinaan berjalan sehat, tidak perlu aturan paksaan. Pemain muda akan bermain karena kualitas, bukan karena kewajiban administratif.

Yang terjadi di lapangan nantinya:

  • pemain U-23 dipasang di posisi “aman”
  • ditarik di menit 46
  • dijadikan tameng kepatuhan

Regulasi ini melahirkan pemain muda yang dilatih untuk bertahan hidup, bukan berkembang.


Pelatih Lokal: Korban atau Penyebab?

Regulasi ini secara brutal menguji kualitas pelatih lokal. Tidak semua akan lolos.

Mengelola:

  • 11 pemain asing
  • batas DSP
  • regulasi U-23
  • tekanan hasil instan

…bukan pekerjaan intuisi. Ini pekerjaan sains sepak bola.

Pelatih yang tidak memahami:

  • positional play
  • rotasi ruang
  • manajemen beban

akan kalah bahkan sebelum kick-off. Ironisnya, ketika pelatih lokal gagal, stigma lama akan kembali: “kita butuh pelatih asing.” Siklusnya berulang.


Nyata: Liga Jadi Etalase Agen? 

Lebih banyak slot asing berarti satu hal: agen semakin berkuasa. Tanpa sistem scouting berbasis data, Super League berisiko menjadi:

  • tempat pembuangan pemain asing gagal Eropa
  • liga transisi tanpa identitas
  • proyek jangka pendek tanpa kesinambungan

Jika regulasi ini tidak diimbangi reformasi manajemen klub, maka kualitas tidak akan naik—hanya jumlahnya saja.


Timnas Terasah?

Inilah taruhan terbesar. Pemain lokal akan:

  • kehilangan kenyamanan
  • dipaksa bersaing setiap hari
  • atau tersingkir permanen

Ini bisa melahirkan generasi mental baja.
Atau generasi yang hilang. Liga yang keras tidak otomatis melahirkan pemain bagus. Liga yang terstruktur yang melakukannya. Tanpa itu, timnas hanya akan menjadi korban eksperimen.


Ini Ujian Kejujuran Sepak Bola Indonesia

Regulasi ini bukan tentang pemain asing. Ini tentang kejujuran. Kejujuran bahwa:

  • pembinaan belum jalan
  • kompetisi belum stabil
  • kualitas belum merata

11 pemain asing adalah cermin, bukan solusi. Jika klub berubah, liga akan naik level. Jika klub tetap asal jalan, regulasi ini hanya akan mempercepat ketimpangan.

Lebih baru Lebih lama

Komentar

Berita Terkait

    BERITA TERBARU

    BERITA PILIHAN

    Berita Populer

    Latest
    Memuat berita...

    #LigaInggris #PialaDunia #Champions #Transfer #Timnas #Spanyol #Italia #Jadwal #Bundesliga #Prancis #Barcelona #RealMadrid #Liverpool #ManchesterUnited #PSG #Inter #Juventus #ACMilan #Arsenal #Chelsea #Jerman #Indonesia #Amerika #Afrika #Asia #Euro #PialaDunia

    Komentar

    ;}

    Comments

    Responsive Advertisement

    Most Recent

    Lennart Karl, Anak Muda Jerman yang disebut Titisan Mesut Özil

    . 16.12.25

    Gaji Fantastis dan Mahar Transfer Bruno Fernandes Jika Jadi Dipinang Al Hilal

    18.12.25

    Konflik Mbappé vs PSG Memanas: Tuntutan Ratusan Juta Euro Mengguncang Sepak Bola Prancis

    17.12.25

    Mencuatnya Kabar Soal Pelatih Barca Mencari Opsi Tambahan Bek di Bursa Januari

    4.1.26

    Klub Klub Kecil Yang Melahirkan Para Pemain Bintang Dunia

    19.12.25

    Dilihat

    Paing Banyak Dilihat

    Lennart Karl, Anak Muda Jerman yang disebut Titisan Mesut Özil

    16.12.25

    Gaji Fantastis dan Mahar Transfer Bruno Fernandes Jika Jadi Dipinang Al Hilal

    18.12.25

    Konflik Mbappé vs PSG Memanas: Tuntutan Ratusan Juta Euro Mengguncang Sepak Bola Prancis

    17.12.25

    Mencuatnya Kabar Soal Pelatih Barca Mencari Opsi Tambahan Bek di Bursa Januari

    4.1.26

    Klub Klub Kecil Yang Melahirkan Para Pemain Bintang Dunia

    19.12.25

    Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-17 2025/2026: Siap-siap Saksikan Laga Seru

    18.12.25

    Estêvão Willian, Wonderkid Brasil “Messinho” yang Siap Gemparkan Premier League

    16.12.25

    Jadwal Lengkap Liga Belanda Pekan ke 17 dan Klasemen Terbaru

    18.12.25

    Claudio Echeverri: Talenta Muda yang Dinilai Mirip Lionel Messi, Apa Kemiripannya?

    18.12.25

    Ambisi MU Datangkan Antoine Semenyo : Mampukah Terwujud? Formasi Baru Jika Jadi Datang

    25.12.25
    Design by Templateify | Distributed by Theme

    Formulir Kontak