Final Super Spanyol 2024/25: Awal Luka di El Clásico
Trofi pertama yang lepas dari genggaman Mbappé terjadi di Final Supercopa de España 2024/25. Real Madrid menghadapi Barcelona dalam laga penuh tensi tinggi. Meski Madrid tampil agresif dan Mbappé beberapa kali mengancam lini pertahanan lawan, Barcelona tampil lebih efektif.
Barça akhirnya keluar sebagai juara, meninggalkan Real Madrid tanpa gelar pertama musim itu. Kekalahan ini menjadi sinyal awal bahwa El Clásico tidak akan menjadi panggung yang mudah bagi Mbappé.
Copa del Rey 2024/25: Gagal di Panggung Final
Kesempatan kedua datang di final Copa del Rey 2024/25. Laga ini kembali mempertemukan dua raksasa Spanyol dalam duel hidup-mati. Real Madrid berharap Mbappé bisa menjadi pembeda di laga besar, sebagaimana reputasinya di level internasional.
Namun, Barcelona kembali menunjukkan mental juara. Terlepas dari kontribusi Mbappé yang cukup aktif dalam menyerang, Madrid gagal membalikkan keadaan. Peluit akhir memastikan trofi Copa del Rey jatuh ke tangan Barcelona, dan Mbappé harus kembali menerima kenyataan pahit.
La Liga 2024/25: Gelar Liga Lepas ke Tangan Rival Abadi
Tak hanya di laga final, persaingan La Liga 2024/25 juga berakhir dengan kekecewaan. Real Madrid sempat bersaing ketat di papan atas, tetapi konsistensi Barcelona sepanjang musim membuat perbedaan krusial.
Kekalahan Madrid dalam beberapa laga kunci, termasuk hasil El Clásico, berujung pada kehilangan gelar La Liga. Barcelona keluar sebagai juara, sementara Mbappé harus menunda ambisinya meraih gelar liga Spanyol pertamanya.
Super Spanyol 2025/26: Deja Vu yang Menyakitkan
Musim berikutnya, cerita pahit kembali terulang. Di Final Supercopa de España 2025/26, Real Madrid sekali lagi bertemu Barcelona. Harapan besar kembali disematkan pada Mbappé untuk memutus tren negatif.
Namun, Barcelona kembali tampil dominan di momen krusial. Kekalahan ini memastikan rekor yang sulit diterima: empat peluang trofi, empat kali kandas, semuanya oleh Barcelona.
Statistik yang Menekan Mental Juara
Empat kegagalan ini menempatkan Mbappé dalam sorotan tajam media Spanyol. Meski secara individu ia tetap produktif dan berkontribusi gol maupun assist, sepak bola level elite selalu diukur dari trofi dan laga besar.
Bagi sebagian pengamat, kegagalan ini bukan semata kesalahan Mbappé, melainkan cerminan bahwa Barcelona saat ini lebih siap secara kolektif dalam laga-laga penentuan.
Tantangan Besar di Musim Berikutnya
Tekanan kini semakin besar. Mbappé dikenal sebagai pemain dengan mental juara—terbukti di Piala Dunia dan level klub sebelumnya. Namun, mengalahkan Barcelona di laga penentu kini menjadi tantangan personal sekaligus simbolik.
Real Madrid diyakini akan melakukan evaluasi besar, baik secara taktik maupun kedalaman skuad. Bagi Mbappé, musim-musim ke depan adalah kesempatan membalikkan narasi: dari pemain yang “terkutuk El Clásico” menjadi penentu kemenangan Madrid atas rival abadinya.
Empat kegagalan trofi melawan Barcelona bukanlah akhir dari kisah Mbappé di Real Madrid. Namun, fakta ini menegaskan satu hal: di Spanyol, dominasi tidak cukup dengan nama besar. El Clásico selalu menuntut ketangguhan mental, efektivitas tim, dan kemampuan tampil di momen paling krusial.
Sumber laporan dan data pertandingan: Reuters, beIN SPORTS, Marca, dan laporan resmi kompetisi Spanyol.
Komentar