Jude Bellingham adalah salah satu gelandang paling komplet di sepak bola modern. Fisik kuat, mobilitas tinggi, agresif tanpa bola, dan memiliki insting mencetak gol yang tajam. Namun, seiring bertambahnya bintang di Real Madrid—terutama setelah kedatangan Kylian Mbappé—perdebatan tentang posisi terbaik Bellingham kembali mencuat. Apakah ia cocok sebagai nomor 10? Nomor 8? Atau bahkan false 9? Jawabannya menentukan apakah performanya akan kembali maksimal atau terus menurun.
Bellingham Bukan Nomor 10 Klasik
Banyak yang menganggap Bellingham ideal sebagai playmaker nomor 10, namun secara karakter, ia bukan kreator murni. Nomor 10 klasik menuntut visi luar biasa, tempo permainan statis, dan kemampuan mengatur ritme di ruang sempit—hal yang lebih cocok untuk pemain seperti Luka Modrić atau Toni Kroos di masa lalu.
Bellingham justru unggul dalam:
- Lari tanpa bola
- Tekanan agresif
- Menyerang ruang kosong
- Datang dari lini kedua
Ketika dipaksa menjadi nomor 10 murni, pergerakannya menjadi terbatas dan kreativitasnya tidak keluar maksimal.
Posisi Terbaik: Advanced No.8
Posisi paling pas untuk Jude Bellingham adalah Advanced No.8 atau gelandang box-to-box ofensif. Dalam peran ini, ia tidak menjadi pengatur utama, tetapi penyempurna serangan.
Sebagai Advanced No.8, Bellingham bisa:
- Menyusup ke kotak penalti
- Menjadi opsi tembakan jarak dekat
- Menekan bek lawan dari lini kedua
- Membantu transisi bertahan–menyerang
Peran ini mirip dengan Frank Lampard di Chelsea atau Steven Gerrard di Liverpool, di mana gol datang sebagai bonus dari pergerakan, bukan kewajiban menciptakan peluang.
Pentingnya Tandem yang Tepat
Bellingham tidak bisa berdiri sendiri. Ia membutuhkan dua tipe pemain kunci di sekitarnya: playmaker dan gelandang bertahan.
1. Tandem dengan Playmaker Murni
Agar Bellingham bebas menyerang, Real Madrid membutuhkan pemain yang mampu:
- Mengatur tempo
- Melepaskan umpan progresif
- Menguasai bola di bawah tekanan
Saat ini, peran ini bisa diisi oleh:
- Luka Modrić (jangka pendek)
- Arda Güler (jangka panjang)
- Brahim Díaz (opsi rotasi)
Dengan playmaker di belakang atau sampingnya, Bellingham tidak perlu turun terlalu dalam dan bisa fokus di area berbahaya.
2. Perlindungan dari Gelandang Bertahan
Advanced No.8 membutuhkan penjaga keseimbangan. Tanpa itu, Bellingham akan kelelahan karena harus membantu bertahan terus-menerus.
Idealnya, peran ini diisi oleh:
- Aurélien Tchouaméni sebagai DM murni
- atau Eduardo Camavinga dalam peran defensif
DM ini bertugas memotong serangan lawan dan menjaga struktur ketika Bellingham naik menyerang.
Bellingham dan Mbappé: Bagaimana Menyatukan Keduanya?
Masalah terbesar muncul saat Bellingham dimainkan terlalu dekat dengan Kylian Mbappé. Keduanya sama-sama agresif menyerang ruang, sehingga sering bertumpuk peran.
Solusi terbaik:
- Mbappé tetap sebagai penyerang utama
- Bellingham sebagai second wave attacker
Artinya, Bellingham harus datang dari belakang, bukan berdiri sejajar dengan Mbappé. Dengan cara ini:
- Mbappé fokus menyelesaikan peluang
- Bellingham memanfaatkan bola pantul, cut-back, dan ruang kosong
Jika keduanya sejajar, efektivitas Bellingham akan menurun drastis.
Formasi Paling Ideal untuk Real Madrid
Formasi yang paling mendukung Bellingham adalah 4-3-3 dinamis:
- DM: Tchouaméni
- Interior kanan: Valverde (energi dan cover)
- Interior kiri: Bellingham (free role)
Dengan struktur ini:
- Valverde menutup sisi kanan
- DM menjaga kedalaman
- Bellingham bebas menyerang tanpa kehilangan keseimbangan tim
Formasi ini juga memungkinkan Vinícius dan Mbappé tetap eksplosif di sayap dan tengah.
Jude Bellingham tidak bermasalah secara kualitas, tetapi konteks taktiklah yang menentukan performanya. Ia bukan nomor 10 murni, bukan false 9, dan bukan gelandang bertahan. Ia adalah Advanced No.8 yang membutuhkan ruang, tandem tepat, dan struktur seimbang.
Jika Real Madrid ingin melihat Bellingham kembali dominan:
- Tempatkan ia sebagai No.8 ofensif
- Dampingi dengan playmaker dan DM kuat
- Biarkan ia menyerang dari lini kedua
Dengan pengaturan ini, Bellingham tidak hanya akan kembali tajam—ia bisa menjadi gelandang terbaik dunia.
Komentar