Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen yang sangat dinantikan, bukan hanya karena format barunya dengan 48 peserta dan digelar di tiga negara sekaligus—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—tetapi juga karena pertanyaan besar seputar masa depan para legenda sepak bola. Salah satu nama yang paling menyita perhatian adalah Lionel Messi. Setelah menuntaskan misi besarnya dengan membawa Argentina juara dunia pada 2022, muncul pertanyaan: apakah Messi masih akan bermain di Piala Dunia 2026?
Usia Bertambah, Hasrat Bermain Belum Padam
Saat Piala Dunia 2026 digelar, Lionel Messi akan berusia 39 tahun. Usia tersebut memang sudah jauh dari masa emas seorang pesepak bola, namun Messi bukan pemain biasa. Seiring bertambahnya usia, ia justru semakin matang dalam membaca permainan. Kecepatan mungkin berkurang, tetapi visi, kecerdasan, dan kualitas sentuhan bolanya tetap berada di level tertinggi.
Hingga kini, Messi masih aktif bermain di level klub dan menjadi figur sentral baik di lapangan maupun di ruang ganti. Kondisi fisiknya relatif terjaga berkat manajemen menit bermain yang lebih cermat, sesuatu yang membuat peluang tampil di Piala Dunia 2026 tetap realistis.
Status Legenda yang Sudah Lengkap
Berbeda dengan banyak pemain besar lain, Lionel Messi tidak lagi dibayangi ambisi gelar internasional. Gelar juara Piala Dunia 2022 bersama Argentina telah melengkapi koleksi prestasinya. Namun, justru karena beban tersebut sudah terlepas, Messi kini bermain dengan lebih lepas dan menikmati sepak bola.
Jika tampil di Piala Dunia 2026, Messi berkesempatan mencatatkan penampilan keenam di Piala Dunia, menyamai rekor pemain-pemain legendaris sebelumnya. Ia juga berpeluang memperpanjang catatan kontribusi gol dan assistnya di turnamen terbesar dunia, meski mungkin dengan peran yang berbeda.
Peran Baru dalam Timnas Argentina
Apabila Lionel Messi memutuskan tampil di Piala Dunia 2026, besar kemungkinan perannya tidak lagi sebagai motor utama permainan selama 90 menit penuh. Ia bisa menjadi playmaker senior, pemimpin mental tim, dan penentu arah permainan di momen krusial.
Argentina saat ini memiliki generasi pemain muda yang kuat dan kompetitif. Kehadiran Messi akan menjadi pelengkap sempurna—bukan lagi satu-satunya tumpuan, melainkan sumber inspirasi dan pengalaman. Dalam laga-laga besar, kehadirannya di lapangan tetap memberi efek psikologis besar bagi lawan.
Keputusan Pribadi dan Kondisi Fisik
Seperti halnya Cristiano Ronaldo, keputusan Lionel Messi untuk bermain di Piala Dunia 2026 sangat bergantung pada kesehatan dan kenyamanan pribadi. Messi dikenal selektif dalam menentukan langkah kariernya. Jika merasa tidak lagi bisa memberi kontribusi maksimal, ia tidak akan ragu untuk mengambil keputusan sulit.
Faktor keluarga, motivasi pribadi, serta kebahagiaan bermain juga akan memengaruhi pilihannya. Messi kini berada dalam fase karier di mana kenikmatan bermain menjadi prioritas utama, bukan lagi pembuktian.
Argentina Tanpa Messi?
Meski Argentina telah membangun fondasi kuat pasca-juara dunia 2022, absennya Messi tentu akan menciptakan kekosongan emosional dan simbolis. Namun, jika ia memilih mundur, keputusan tersebut kemungkinan akan diterima dengan penuh hormat oleh publik Argentina. Warisan Messi sudah terukir sangat dalam, terlepas dari apakah ia tampil di Piala Dunia 2026 atau tidak.
Lionel Messi masih berpeluang bermain di Piala Dunia 2026, meski belum ada kepastian mutlak. Usia yang mendekati 40 tahun, kondisi fisik, dan keputusan pribadi akan menjadi faktor utama. Jika ia tampil, perannya mungkin lebih selektif dan strategis, tetapi dampaknya tetap besar—baik di dalam maupun di luar lapangan.
Apa pun keputusannya, Lionel Messi telah mengukir sejarah yang nyaris mustahil disamai. Piala Dunia 2026 bisa menjadi bab penutup yang indah, atau sekadar panggung yang ia tinggalkan dengan kepala tegak sebagai salah satu pesepak bola terbesar sepanjang masa.
Komentar