Nama Cristiano Ronaldo hampir tidak pernah lepas dari pembahasan Piala Dunia. Sejak debutnya bersama Timnas Portugal pada edisi 2006, megabintang kelahiran Madeira itu selalu hadir di panggung sepak bola terbesar dunia. Menjelang Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, satu pertanyaan besar terus bergema: apakah Cristiano Ronaldo masih akan bermain di Piala Dunia 2026?
Usia Tak Lagi Muda, Ambisi Masih Menyala
Saat Piala Dunia 2026 digelar, Cristiano Ronaldo akan berusia 41 tahun. Usia tersebut tentu bukan usia ideal bagi seorang pesepak bola, apalagi di level kompetisi tertinggi dunia. Namun, Ronaldo bukan pemain biasa. Sepanjang kariernya, ia telah berulang kali menentang batas usia dan logika fisik dengan disiplin tinggi, profesionalisme ekstrem, serta gaya hidup atlet yang nyaris sempurna.
Ronaldo masih aktif bermain di level klub dan tetap menjadi bagian penting Timnas Portugal. Meski intensitas dan kecepatannya tidak lagi sama seperti satu dekade lalu, naluri mencetak gol, pengalaman, dan mental juaranya masih sangat berharga. Faktor inilah yang membuat peluangnya tampil di Piala Dunia 2026 tetap terbuka.
Rekor dan Sejarah yang Menggoda
Motivasi besar lain bagi Cristiano Ronaldo adalah sejarah. Jika ia tampil di Piala Dunia 2026, Ronaldo akan mencatatkan rekor sebagai pemain pertama yang bermain di enam edisi Piala Dunia (2006, 2010, 2014, 2018, 2022, dan 2026). Rekor tersebut akan semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain terbesar sepanjang masa.
Selain itu, Ronaldo juga berpeluang memperpanjang catatan golnya di Piala Dunia. Hingga kini, ia sudah mencetak gol di lima edisi berbeda, sebuah pencapaian yang belum pernah dilakukan pemain lain. Bagi seorang kompetitor sejati seperti Ronaldo, pencapaian-pencapaian ini jelas menjadi bahan bakar motivasi.
Peran Berubah, Kontribusi Tetap Besar
Jika benar tampil di Piala Dunia 2026, peran Cristiano Ronaldo kemungkinan tidak lagi sama seperti saat ia berada di puncak karier. Ia mungkin tidak selalu menjadi starter di setiap laga, tetapi bisa berperan sebagai pemimpin di ruang ganti, mentor bagi pemain muda, dan senjata berpengalaman di momen krusial.
Pelatih Portugal di masa mendatang juga bisa
memanfaatkan Ronaldo sebagai pemecah kebuntuan, terutama ketika tim membutuhkan ketenangan dan insting gol di menit-menit akhir. Pengalaman bermain di berbagai turnamen besar membuatnya tetap relevan, meski secara fisik tidak lagi dominan.
Faktor Kebugaran dan Keputusan Akhir
Meski peluang tampil terbuka, keputusan akhir tetap sangat bergantung pada kondisi fisik dan kebugaran Ronaldo menjelang 2026. Cedera serius atau penurunan performa drastis bisa mengubah segalanya. Selain itu, keputusan pribadi Ronaldo juga akan menjadi faktor penting. Ia dikenal sebagai sosok yang tidak ingin bermain setengah-setengah; jika merasa tidak lagi mampu memberi dampak maksimal, ia bisa memilih mundur dengan terhormat.
Portugal sendiri kini memiliki banyak talenta muda berbakat. Persaingan di lini depan semakin ketat, dan tempat di skuad Piala Dunia tidak akan diberikan hanya karena nama besar. Ronaldo harus tetap membuktikan diri, sesuatu yang justru sering ia nikmati sepanjang kariernya.
Cristiano Ronaldo masih berpeluang bermain di Piala Dunia 2026, meski usianya sudah memasuki kepala empat. Ambisi pribadi, peluang mencetak sejarah, serta kondisi fisik yang relatif terjaga membuat kehadirannya di turnamen tersebut masih sangat mungkin. Namun, perannya bisa berubah dari bintang utama menjadi figur pemimpin dan pembeda di saat-saat penting.
Apa pun keputusannya nanti, satu hal yang pasti: perjalanan Cristiano Ronaldo menuju Piala Dunia 2026 akan terus menjadi sorotan dunia. Jika ia benar-benar tampil, itu bukan sekadar soal pertandingan, melainkan tentang warisan seorang legenda yang menolak menyerah pada waktu.
Komentar