Keputusan Resmi dari London Utara
Tottenham Hotspur akhirnya mengonfirmasi kabar yang sudah beredar dalam beberapa hari terakhir. Sporting Director mereka, Fabio Paratici, akan meninggalkan klub setelah bursa transfer Januari 2026 berakhir. Sosok asal Italia itu memilih kembali ke tanah kelahirannya untuk bergabung dengan Fiorentina, sekaligus menutup babak singkat namun penuh dinamika bersama Spurs.
Pengumuman ini datang di tengah periode krusial Tottenham, yang sedang berjuang menjaga konsistensi di Premier League dan menata ulang arah proyek jangka panjang klub. Kepergian Paratici tentu memunculkan tanda tanya besar: ke mana arah kebijakan transfer dan struktur manajemen Spurs setelah ini?
Babak Kedua yang Tak Berumur Panjang
Paratici sebenarnya bukan sosok asing di Tottenham. Ia sempat menjabat peran penting sebelumnya, sebelum harus menepi akibat sanksi FIFA. Setelah sanksi tersebut berakhir, Tottenham membawanya kembali pada Oktober 2025 dengan harapan besar: menghidupkan kembali proyek yang sempat tertunda.
Namun, comeback itu ternyata tidak berlangsung lama. Hanya sekitar tiga bulan setelah kembali aktif, Paratici memutuskan untuk mengakhiri kiprahnya di London Utara. Meski singkat, kehadirannya tetap memberi pengaruh, terutama dalam proses evaluasi skuad dan perencanaan jangka menengah klub.
Alasan Pulang Kampung
Keputusan Paratici meninggalkan Tottenham bukan tanpa alasan. Faktor personal menjadi salah satu pemicu utama. Ia ingin kembali ke Italia, negara yang membesarkan namanya sebagai salah satu direktur olahraga terbaik Eropa, terutama berkat kesuksesannya bersama Juventus.
Fiorentina menawarkan tantangan yang berbeda. Klub Serie A itu tengah membangun proyek ambisius untuk kembali bersaing di papan atas Italia dan Eropa. Paratici dinilai sebagai sosok tepat untuk merancang strategi transfer, struktur manajemen, serta filosofi sepak bola yang berkelanjutan.
Dampak bagi Tottenham Hotspur
Bagi Tottenham, kepergian Paratici jelas meninggalkan lubang dalam struktur manajemen. Meski klub menegaskan bahwa fondasi organisasi tetap solid, kehilangan figur berpengalaman seperti Paratici bukan perkara sepele.
Tottenham kini dituntut bergerak cepat. Penunjukan pengganti atau redistribusi peran di internal klub menjadi langkah mendesak agar stabilitas tetap terjaga. Apalagi, Premier League dikenal sebagai liga yang menuntut perencanaan matang, terutama dalam urusan rekrutmen pemain dan negosiasi kontrak.
Warisan yang Ditinggalkan
Walau masa jabatannya kali ini terbilang singkat, Paratici tetap meninggalkan jejak. Ia dikenal sebagai direktur yang berani mengambil risiko, piawai membaca pasar, dan memiliki jaringan luas di Eropa.
Beberapa kebijakan dan rekomendasinya diyakini masih akan memengaruhi keputusan Tottenham dalam waktu dekat, terutama terkait target transfer dan pengembangan skuad. Dengan kata lain, meski pergi, bayangan Paratici belum sepenuhnya hilang dari ruang rapat Spurs.
Fiorentina dan Harapan Baru
Di sisi lain, Fiorentina menyambut Paratici dengan optimisme tinggi. Klub berjuluk La Viola itu melihat kehadirannya sebagai sinyal keseriusan dalam membangun masa depan. Target mereka bukan sekadar stabil di Serie A, tetapi juga menantang dominasi klub-klub besar Italia.
Pengalaman Paratici di level elite Eropa diharapkan mampu membawa Fiorentina ke level berikutnya, baik dari segi prestasi maupun nilai komersial klub.
Persimpangan Jalan Dua Klub
Kepergian Fabio Paratici menjadi momen persimpangan bagi dua klub dengan ambisi besar. Tottenham harus membuktikan bahwa mereka mampu tetap berjalan tanpa sosok sentral di balik layar, sementara Fiorentina berharap kedatangan Paratici menjadi katalis kebangkitan.
Sepak bola modern bukan hanya soal apa yang terjadi di lapangan, tetapi juga keputusan strategis di balik layar. Dalam konteks itu, langkah Paratici meninggalkan Tottenham dan memilih Fiorentina menjadi salah satu cerita penting awal 2026—cerita tentang ambisi, pilihan hidup, dan arah masa depan.
Komentar