Liverpool memastikan langkah ke babak berikutnya Piala FA usai menaklukkan Barnsley dengan skor 4–1 di Anfield. Di atas kertas, ini adalah kemenangan yang meyakinkan. Namun jika melihat jalannya pertandingan secara detail, laga ini menyisakan banyak catatan penting — mulai dari kesalahan individual, performa naik-turun beberapa pemain inti, hingga dampak besar dari para pengganti.
Dominik Szoboszlai menjadi figur paling mencolok. Ia mencetak gol indah yang membuka skor, tetapi juga melakukan blunder fatal yang memberi Barnsley harapan. Di sisi lain, pemain-pemain dari bangku cadangan seperti Hugo Ekitike dan Florian Wirtz tampil sebagai pembeda nyata.
Berikut rating dan ulasan pemain Liverpool, disusun dengan analisis mendalam per posisi dan kontribusi di lapangan.
KIPER
Giorgi Mamardashvili — 6/10
Mamardashvili menjalani laga yang relatif tenang, meski tidak sepenuhnya bebas tekanan. Barnsley beberapa kali mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh dan situasi transisi cepat. Kiper asal Georgia ini menunjukkan refleks yang cukup baik, terutama saat menepis bola rendah di babak kedua.
Gol Barnsley tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepadanya. Kesalahan awal datang dari lini tengah, membuat Mamardashvili berada dalam posisi sulit. Secara keseluruhan, penampilannya stabil tanpa momen luar biasa.
LINI BELAKANG
Jeremie Frimpong — 7/10
Frimpong tampil agresif dan penuh energi di sisi kanan. Ia bukan hanya aktif membantu serangan, tetapi juga menjadi salah satu sumber ancaman utama Liverpool. Gol yang ia cetak lahir dari keberaniannya masuk ke kotak penalti dan penyelesaian yang tenang.
Meski sesekali meninggalkan ruang di belakang, kontribusi ofensif Frimpong jelas lebih dominan. Ia menjadi contoh bek modern yang mampu mengubah momentum pertandingan lewat pergerakan tanpa bola.
Joe Gomez — 5/10
Ini bukan malam terbaik bagi Joe Gomez. Ia terlihat kurang meyakinkan dalam membaca pergerakan lawan dan beberapa kali kehilangan duel satu lawan satu. Posisi dan timing-nya kerap terlambat, membuat Barnsley cukup nyaman menyerang dari sisi tengah.
Penampilannya membuat Liverpool terlihat rapuh di beberapa momen awal. Pergantiannya di babak kedua terasa sebagai keputusan tepat untuk menjaga stabilitas pertahanan.
Virgil van Dijk — 6/10
Sebagai kapten dan pemimpin lini belakang, Van Dijk tetap menunjukkan ketenangan. Namun, performanya kali ini tidak sepenuhnya dominan. Ia masih unggul dalam duel udara dan komunikasi, tetapi kecepatan Barnsley sempat merepotkannya.
Van Dijk lebih banyak berperan sebagai pengatur garis pertahanan dibanding agresor. Cukup solid, meski jauh dari versi terbaiknya.
Andrew Robertson — 6/10
Robertson menjalani laga yang rapi dan disiplin. Ia tidak terlalu eksplosif dalam menyerang seperti biasanya, tetapi menjaga posisinya dengan baik. Beberapa crossing-nya cukup berbahaya meski belum berujung peluang bersih.
Dari sisi pertahanan, Robertson jarang membuat kesalahan fatal. Penampilannya mungkin tidak mencolok, tetapi cukup penting untuk menjaga keseimbangan tim.
LINI TENGAH
Alexis Mac Allister — 6/10
Mac Allister memainkan peran sebagai penghubung antara pertahanan dan serangan. Ia tampil cukup konsisten dalam distribusi bola dan membantu menenangkan tempo permainan ketika Liverpool mulai terburu-buru.
Meski tidak mencetak gol atau assist, peran Mac Allister terasa penting dalam menjaga struktur tim. Namun, ia masih bisa lebih dominan dalam duel fisik dan perebutan bola kedua.
Dominik Szoboszlai — 7/10
Szoboszlai adalah definisi pemain dengan dua wajah dalam laga ini. Gol yang ia cetak di awal pertandingan adalah kelas dunia — tembakan keras, presisi, dan penuh kepercayaan diri. Ia terlihat menjadi motor serangan Liverpool, aktif mencari ruang dan mengatur ritme.
Namun, kesalahan fatal berupa backheel ceroboh justru memberi Barnsley gol balasan. Momen tersebut hampir mengubah arah pertandingan. Meski demikian, kontribusi positifnya tetap lebih besar daripada kesalahannya. Szoboszlai adalah pemain yang berani mengambil risiko — dan itu datang dengan konsekuensi.
Curtis Jones — 6/10
Curtis Jones tampil lebih efektif di babak kedua dibandingkan paruh pertama. Ia sempat kesulitan menemukan posisi ideal, tetapi perlahan mulai nyaman dalam penguasaan bola dan sirkulasi permainan.
Jones menunjukkan etos kerja yang baik dan disiplin taktik. Meski tidak terlalu mencolok, ia menjalankan perannya dengan cukup baik sebagai gelandang pendukung.
LINI DEPAN
Federico Chiesa — 5/10
Chiesa belum mampu menunjukkan versi terbaiknya. Ia tampak kesulitan menemukan ruang dan kurang klinis saat mendapatkan peluang. Pergerakannya masih terlihat berbahaya, tetapi keputusan akhir sering kali kurang tepat.
Kontribusinya dalam pressing cukup baik, namun sebagai penyerang sayap, dampak langsungnya terhadap skor masih minim di laga ini.
Cody Gakpo — 6/10
Gakpo berperan sebagai penyerang serba bisa, sering turun menjemput bola dan membuka ruang bagi rekan setim. Ia bekerja keras dan terlibat dalam build-up serangan, meski gagal mencatatkan nama di papan skor.
Performa Gakpo lebih terasa dari sisi kerja tim ketimbang statistik individu. Ia mungkin tidak mencolok, tetapi tetap fungsional.
Rio Ngumoha — 7/10
Ngumoha menjadi kejutan menyenangkan. Pemain muda ini tampil tanpa rasa takut, berani menggiring bola, dan aktif menusuk pertahanan lawan. Kecepatan serta keberaniannya memberi dimensi berbeda pada serangan Liverpool.
Meski masih mentah dalam pengambilan keputusan, potensinya sangat jelas terlihat. Penampilannya layak mendapat apresiasi.
PEMAIN PENGGANTI
Hugo Ekitike — 8/10
Ekitike adalah game-changer sejati. Masuk dari bangku cadangan, ia langsung memberi dampak besar. Assist cerdasnya membuka jalan bagi gol ketiga Liverpool, sebelum ia sendiri mencetak gol penutup dengan penyelesaian tenang.
Pergerakan tanpa bolanya merepotkan pertahanan Barnsley. Ini adalah performa ideal seorang pemain pengganti.
Florian Wirtz — 7/10
Wirtz membawa kreativitas dan ketenangan di lini serang. Meski sempat menyia-nyiakan peluang, ia menebusnya dengan gol penting yang mengamankan keunggulan Liverpool.
Visi bermain dan tekniknya langsung terlihat, bahkan dengan menit bermain terbatas.
Ibrahima Konaté — 7/10
Masuk menggantikan Gomez, Konaté memberi stabilitas instan. Ia kuat dalam duel fisik dan membaca permainan dengan baik. Kehadirannya membuat lini belakang Liverpool jauh lebih tenang.
Ryan Gravenberch — N/A
Bermain terlalu singkat untuk dinilai secara objektif.
Trey Nyoni — N/A
Masuk di menit akhir dan belum cukup waktu menunjukkan kontribusi berarti.
PELATIH
Arne Slot — 6/10
Slot patut diapresiasi atas keberaniannya melakukan rotasi dan memberi kesempatan pemain muda. Keputusan memasukkan Ekitike dan Wirtz terbukti tepat.
Namun, masih ada pekerjaan rumah besar dalam hal konsistensi dan kontrol pertandingan. Liverpool sempat kehilangan fokus di momen krusial, sesuatu yang tidak boleh terjadi di laga-laga besar.
Kemenangan 4–1 ini mengantar Liverpool melangkah ke babak berikutnya Piala FA, tetapi performa mereka belum sepenuhnya sempurna. Ada momen dominan, ada pula fase rapuh yang hampir dimanfaatkan lawan.
Catatan penting dari laga ini:
- Szoboszlai brilian, tetapi perlu lebih disiplin.
- Pemain pengganti menjadi pembeda utama.
- Talenta muda seperti Ngumoha layak mendapat menit bermain lebih.
- Lini belakang masih perlu peningkatan konsistensi.
Liverpool menang, tetapi evaluasi tetap diperlukan. Jika ingin melangkah jauh di Piala FA, detail-detail kecil seperti konsentrasi dan pengambilan keputusan harus diperbaiki.
Komentar