Dominasi di Liga Champions: Tiga Gelar Berturut-turut
Final 2015/16: Real Madrid vs Atletico Madrid (1–1, menang 5–3 adu penalti)
Timeline & Analisis:
- Menit 79: Sergio Ramos mencetak gol dramatis di menit-menit akhir babak reguler untuk menyamakan skor.
- Adu Penalti: Zidane menunjukkan ketenangan dan strategi psikologis, memilih urutan penendang penalti dengan cermat. Keylor Navas tampil gemilang, menahan dua penalti dari Atletico.
Susunan Pemain Kunci:
Navas – Carvajal, Pepe, Ramos, Marcelo – Modric, Kroos, Casemiro – Bale, Benzema, Ronaldo
Strategi Zidane: Zidane menekankan pertahanan solid dan serangan balik cepat. Pemain sayap seperti Bale diberi kebebasan menyerang, sementara lini tengah menjaga keseimbangan.
Final 2016/17: Real Madrid vs Juventus (4–1)
Timeline & Analisis:
- Menit 20: Cristiano Ronaldo mencetak gol pembuka dengan tendangan kaki kiri yang akurat.
- Menit 61: Casemiro mencetak gol kedua, memanfaatkan umpan dari Benzema.
- Menit 64: Marco Asensio menambah keunggulan dengan tembakan dari luar kotak penalti.
- Menit 90: Mario Mandzukic sempat mencetak gol hiburan, tetapi kemenangan Madrid tetap nyaman.
Susunan Pemain Kunci:
Navas – Carvajal, Ramos, Varane, Marcelo – Casemiro, Modric, Kroos – Ronaldo, Benzema, Bale
Strategi Zidane: Fokus pada penguasaan bola dan serangan cepat di sisi sayap. Modric dan Kroos mengontrol tempo, sementara Casemiro menutup ruang bagi Juventus di lini tengah.
Final 2017/18: Real Madrid vs Liverpool (3–1)
Timeline & Analisis:
- Menit 51: Karim Benzema memanfaatkan kesalahan Karius untuk gol pertama.
- Menit 55: Gareth Bale mencetak gol spektakuler dari luar kotak penalti.
- Menit 83: Bale kembali mencetak gol indah, memastikan kemenangan Madrid.
- Menit 84: Sadio Mane mencetak gol hiburan untuk Liverpool.
Susunan Pemain Kunci:
Navas – Carvajal, Varane, Ramos, Marcelo – Casemiro, Modric, Kroos – Ronaldo, Benzema, Bale
Strategi Zidane: Zidane menyiapkan tim dengan fokus memanfaatkan kelemahan lini belakang Liverpool, menggunakan kombinasi serangan cepat dan tembakan jarak jauh. Lini tengah yang solid menahan tekanan awal Liverpool, sambil menunggu peluang counter.
Keberhasilan di Piala Dunia Antarklub FIFA
Zidane membawa Real Madrid meraih dua gelar Piala Dunia Antarklub FIFA (2016, 2017).
2016 vs Kashima Antlers (4–2)
- Madrid unggul cepat berkat gol Ronaldo dan Benzema.
- Zidane mengatur rotasi pemain dengan bijak, menjaga kebugaran skuad inti.
2017 vs Gremio (1–0)
- Laga ketat diselesaikan dengan gol Cristiano Ronaldo.
- Zidane memanfaatkan pengalaman pemain senior untuk menahan tekanan lawan hingga akhir pertandingan.
Kunci keberhasilan: Fleksibilitas taktik, pemilihan pemain yang tepat, dan kemampuan menjaga fokus tim di turnamen internasional.
Keberhasilan di Piala Super UEFA dan Piala Super Spanyol
-
Piala Super UEFA 2016 vs Sevilla (3–2)
Zidane memainkan formasi menyerang 4-3-3, menekankan penguasaan bola dan serangan balik cepat. -
Piala Super UEFA 2017 vs Manchester United (2–1)
Zidane menekankan pertahanan disiplin, memanfaatkan momen serangan balik untuk mencetak gol melalui Ronaldo dan Casemiro. -
Piala Super Spanyol 2017 vs Barcelona (2–0)
Zidane menggunakan strategi cerdas dengan pressing tinggi, membatasi kreativitas Messi, dan memanfaatkan Bale serta Benzema di lini depan. -
Piala Super Spanyol 2019 vs Atletico Madrid (2–0)
Zidane menekankan keseimbangan antara pertahanan dan serangan cepat, memanfaatkan ketangguhan Modric dan Kroos untuk mengontrol permainan.
Kunci Kesuksesan Zidane
- Manajemen Pemain Bintang: Zidane mampu mengelola egos pemain seperti Ronaldo, Bale, dan Benzema agar tetap fokus pada tujuan tim.
- Mental Juara: Zidane menanamkan rasa percaya diri dan ketenangan, khususnya saat menghadapi tekanan final.
- Pendekatan Taktis Fleksibel: Ia menyesuaikan strategi dengan lawan, baik menghadapi tim defensif maupun tim ofensif.
- Rotasi Pemain Bijak: Zidane sering merotasi pemain agar skuad tetap segar dan kompetitif di berbagai kompetisi.
Warisan Zidane di Real Madrid
Dengan catatan menang di semua final yang dijalani, Zidane masuk jajaran manajer legendaris Real Madrid. Ia meninggalkan warisan berupa:
- Filosofi permainan yang memadukan kualitas individu dengan kerja sama tim.
- Pengembangan pemain muda yang siap tampil di laga penting.
- Stabilitas tim yang mampu bersaing di level domestik maupun internasional.
Setiap trofi yang diraih bukan hanya kemenangan, tetapi juga bukti kepiawaian Zidane dalam mengelola tim dan strategi di pertandingan krusial. Namanya akan selalu dikenang sebagai simbol keberhasilan Real Madrid di era modern.
Zinedine Zidane membuktikan dirinya sebagai manajer finalistik sempurna. Dari Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, hingga Piala Super UEFA dan Spanyol, setiap final yang ia hadapi selalu berakhir dengan trofi.
Keberhasilan ini menegaskan status Zidane sebagai salah satu manajer terhebat dalam sejarah sepak bola dunia.
Source: OneFootball
Komentar