Real Madrid sukses mengamankan tiga poin penting setelah menundukkan Deportivo Alavés dengan skor meyakinkan 2-0. Namun sorotan utama pascalaga bukan hanya kemenangan itu sendiri, melainkan sikap tenang Xabi Alonso yang kini menukangi Los Blancos. Di tengah euforia kemenangan dan tekanan besar yang selalu menyelimuti kursi pelatih Madrid, Alonso justru memilih meredam kegembiraan berlebihan dan menekankan pentingnya konsistensi.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Real Madrid tampil cukup dominan sejak menit awal. Meski tidak menekan secara membabi buta, Madrid menunjukkan kontrol permainan yang rapi. Alavés mencoba bertahan dengan garis rendah dan mengandalkan serangan balik cepat, tetapi disiplin lini belakang Madrid membuat tim tamu kesulitan menciptakan peluang bersih.
Gol pertama Madrid lahir dari skema yang mencerminkan filosofi Xabi Alonso: sederhana, efektif, dan terstruktur. Pergerakan antarlini yang cair membuka ruang di sisi sayap, sebelum umpan terukur diselesaikan dengan tenang di kotak penalti. Gol tersebut membuat Madrid semakin nyaman mengendalikan tempo pertandingan tanpa harus bermain tergesa-gesa.
Memasuki babak kedua, Alavés sempat meningkatkan intensitas untuk mencari gol penyama kedudukan. Namun upaya tersebut justru memberi Madrid ruang lebih besar untuk mengeksploitasi celah. Gol kedua menjadi penegas dominasi Los Blancos, sekaligus mematikan semangat perlawanan tim tamu. Skor 2-0 bertahan hingga peluit akhir dibunyikan.
Menariknya, Xabi Alonso tidak menunjukkan reaksi berlebihan di pinggir lapangan. Selebrasinya minim, ekspresinya tetap datar. Dalam wawancara seusai laga, Alonso menegaskan bahwa kemenangan atas Alavés hanyalah satu langkah kecil dalam perjalanan panjang musim ini. Ia mengingatkan para pemain agar tidak cepat puas dan tetap fokus pada target jangka panjang.
“Saya senang dengan sikap tim, bukan hanya hasilnya,” ujar Alonso. “Kami bermain disiplin, tahu kapan harus menekan dan kapan harus mengontrol permainan. Tapi ini baru satu pertandingan, masih banyak hal yang harus diperbaiki.”
Pendekatan tenang Alonso ini dinilai banyak pihak sebagai angin segar bagi Madrid. Di klub yang identik dengan tuntutan instan dan tekanan tinggi, gaya kepemimpinan Alonso yang kalem justru membantu menjaga stabilitas ruang ganti. Ia lebih sering berbicara tentang proses dibanding hasil semata, sebuah pendekatan yang jarang terlihat di Santiago Bernabéu dalam beberapa tahun terakhir.
Secara taktik, Alonso kembali menunjukkan fleksibilitasnya. Madrid tidak terpaku pada satu pola permainan. Ketika Alavés menutup ruang tengah, Madrid dengan sabar mengalirkan bola ke sisi sayap. Saat peluang terbuka, transisi cepat langsung dilakukan tanpa banyak sentuhan berlebihan. Keseimbangan antara penguasaan bola dan efektivitas menjadi kunci kemenangan.
Para pemain juga tampak nyaman dengan arahan sang pelatih. Lini tengah bekerja solid, pertahanan tampil disiplin, sementara lini depan tidak memaksakan diri. Tidak ada kesan bermain individualistis, sesuatu yang kerap menjadi kritik terhadap Madrid di masa lalu. Semua bergerak dalam satu sistem yang jelas.
Meski menang tanpa kebobolan, Alonso tetap menyoroti beberapa detail kecil yang menurutnya masih perlu dibenahi. Ia menyinggung soal pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan dan konsentrasi saat bertahan di menit-menit awal babak kedua. Bagi Alonso, kesempurnaan bukan diukur dari skor akhir, melainkan dari sejauh mana tim menjalankan rencana permainan.
Kemenangan atas Alavés ini memang belum menentukan apa pun, tetapi memberikan gambaran arah Real Madrid di bawah Xabi Alonso. Tim terlihat lebih terkontrol, matang, dan tidak mudah panik. Sikap tenang sang pelatih menular ke para pemain, menciptakan suasana kerja yang fokus dan profesional.
Dengan jadwal padat dan tantangan besar di depan mata, Xabi Alonso sadar betul bahwa konsistensi adalah kunci. Ia memilih berjalan pelan namun pasti, menjaga ekspektasi tetap realistis. Bagi Madrid, kemenangan 2-0 ini bukan sekadar tambahan poin, melainkan fondasi awal menuju stabilitas yang selama ini dicari.
Jika ketenangan ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Real Madrid akan tampil sebagai tim yang bukan hanya kuat secara materi pemain, tetapi juga matang secara mental. Dan di balik itu semua, Xabi Alonso berdiri tenang, bekerja dalam diam, membangun Madrid dengan caranya sendiri.
Komentar