Sunderland Association Football Club merupakan salah satu klub tertua dan paling bersejarah di Inggris. Berdiri pada 17 Oktober 1879, klub yang bermarkas di timur laut Inggris ini pernah menjadi kekuatan dominan sepak bola Inggris sebelum akhirnya tenggelam dalam pasang surut prestasi selama lebih dari satu abad.
Awal Berdiri dan Era Keemasan
Sunderland awalnya didirikan sebagai klub guru sekolah dengan nama Sunderland and District Teachers AFC, sebelum berganti nama menjadi Sunderland AFC. Klub ini dengan cepat berkembang dan menjadi pionir sepak bola profesional di Inggris.
Pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20, Sunderland dikenal sebagai “The Team of All Talents”. Mereka sukses meraih 6 gelar Liga Inggris, menjadikan Sunderland salah satu klub tersukses pada era awal kompetisi.
Gelar Liga Inggris Sunderland:
- 1891–92
- 1892–93
- 1894–95
- 1901–02
- 1912–13
- 1935–36
Dominasi ini membuat Sunderland disegani, bahkan sering dianggap sebagai standar kekuatan sepak bola Inggris kala itu.
Prestasi Piala dan Kejayaan Pra-Perang
Selain sukses di liga, Sunderland juga meraih FA Cup 1937, salah satu trofi paling bergengsi di Inggris. Mereka juga menjuarai Charity Shield dan beberapa kompetisi regional, memperkuat status sebagai klub elite sebelum Perang Dunia II.
Masa Penurunan dan “Bank of England Club”
Pasca perang, Sunderland tetap dikenal sebagai klub kaya yang berani membeli pemain mahal. Namun julukan “Bank of England Club” justru menjadi bumerang karena pengelolaan keuangan yang kurang efektif.
Pada 1957–58, Sunderland mengalami salah satu momen paling kelam: degradasi pertama dalam sejarah klub setelah 68 tahun bertahan di divisi teratas.
Kejutan FA Cup 1973
Di tengah keterpurukan, Sunderland menciptakan salah satu kisah terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Sebagai klub Divisi Dua, mereka secara mengejutkan menjuarai FA Cup 1973 setelah mengalahkan Leeds United yang kala itu sangat dominan.
Kiper legendaris Jimmy Montgomery menjadi pahlawan dengan serangkaian penyelamatan ikonik, menjadikan kemenangan ini salah satu kejutan terbesar sepanjang masa.
Era Premier League dan “Derby of the North East”
Memasuki era modern, Sunderland kerap naik-turun antara Premier League dan Championship. Di akhir 1990-an hingga awal 2000-an, Sunderland sempat tampil impresif dengan pemain seperti Kevin Phillips, yang meraih European Golden Shoe 2000.
Derby panas melawan Newcastle United menjadi ciri khas klub, dikenal sebagai Tyne-Wear Derby, salah satu derby paling emosional di Inggris.
Terjun Bebas hingga League One
Setelah terdegradasi dari Premier League pada 2017, Sunderland mengalami masa tergelap. Mereka bahkan terjun ke League One (divisi tiga) dan kesulitan bangkit selama beberapa musim.
Kisah pahit ini terdokumentasi dalam serial Netflix “Sunderland ‘Til I Die”, yang memperlihatkan tekanan finansial, manajerial, dan emosional klub beserta suporternya.
Kebangkitan dan Harapan Baru
Sunderland akhirnya promosi dari League One pada 2022 dan perlahan membangun ulang fondasi klub. Dengan fokus pada pemain muda, akademi kuat, dan manajemen yang lebih stabil, Sunderland kembali menjadi tim kompetitif di Championship.
Stadion Stadium of Light yang berkapasitas lebih dari 49 ribu penonton tetap menjadi simbol kebanggaan dan loyalitas suporter Sunderland yang dikenal sangat fanatik.
Identitas dan Warisan
- Julukan: The Black Cats
- Stadion: Stadium of Light
- Warna: Merah-putih
- Filosofi: Kerja keras, loyalitas, dan kebanggaan komunitas.
Sunderland adalah simbol klasik sepak bola Inggris: klub besar dengan sejarah emas, jatuh dalam keterpurukan, namun terus berjuang untuk bangkit. Dari raja liga, pahlawan FA Cup, hingga drama degradasi, Sunderland tetap hidup karena satu hal yang tak pernah hilang—dukungan tanpa syarat dari para suporternya.
Komentar