Musim Lalu yang Penuh Tantangan
Zielinski tidak menutupi fakta bahwa musim lalu adalah salah satu periode paling menantang dalam kariernya bersama Inter. Ia mengakui, cedera memang menjadi salah satu kendala, namun persaingan di dalam tim juga sangat ketat.
“Sebelum musim ini, saya selalu memulai dari barisan ketiga. Bahkan saya belum pernah benar-benar berada di barisan kedua,” ungkapnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa Zielinski sering berada di pinggiran skuat utama, dan kesempatan bermain secara konsisten sangat terbatas. Situasi ini membuatnya sulit untuk menemukan ritme permainan terbaik, terutama ketika harus bersaing dengan para pemain top yang menjadi andalan pelatih sebelumnya.
Pelatih sebelumnya, Simone Inzaghi, disebut Zielinski memiliki “pemain pilihannya sendiri”, yang artinya beberapa pemain memiliki prioritas untuk posisi tertentu. Hal ini secara tidak langsung membuat beberapa pemain lainnya, termasuk Zielinski, merasa sulit menembus starting XI secara reguler.
Chivu Membawa Angin Segar
Perubahan signifikan datang dengan hadirnya pelatih baru, Chivu. Zielinski menegaskan bahwa pendekatan Chivu berbeda jauh dari pendahulunya.
“Chivu membuat banyak pemain merasa bahwa mereka bisa menjadi pilihan utama. Itu hal yang sangat positif untuk tim,” katanya.
Menurut Zielinski, rotasi yang lebih terbuka membuat setiap pemain memiliki peluang lebih besar untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dengan rasa percaya diri yang merata di ruang ganti, setiap individu merasa dihargai dan memiliki peran penting dalam perjalanan tim sepanjang musim.
Pendekatan Chivu ini dinilai Zielinski membawa dampak positif terhadap atmosfer tim. Tidak hanya soal taktikal, tetapi juga psikologis. Pemain merasa termotivasi untuk tampil maksimal karena tahu bahwa kontribusi mereka akan dihargai, dan peluang bermain tidak lagi terbatas pada “pemain pilihan” saja.
Kepercayaan yang Meningkat
Zielinski menekankan bahwa perbedaan terbesar yang ia rasakan musim ini adalah kepercayaan. Kepercayaan dari pelatih, rekan setim, dan manajemen klub membuatnya lebih rileks dan fokus saat bermain. Ia tidak lagi merasa terpinggirkan atau harus berjuang keras hanya untuk mendapatkan kesempatan bermain.
“Dengan Chivu, situasinya berbeda. Ia melibatkan lebih banyak pemain dan memberi kepercayaan yang lebih luas,” jelas Zielinski.
Kepercayaan yang merata ini juga berdampak pada performa tim secara keseluruhan. Pemain yang merasa aman dan dihargai cenderung bermain lebih kreatif, berani mengambil inisiatif di lapangan, dan mendukung satu sama lain, yang pada akhirnya meningkatkan kualitas permainan Inter.
Sentuhan Humor Zielinski: Scudetto dan Rambut
Di luar aspek profesional, Zielinski juga menunjukkan sisi humor dan kepribadiannya. Saat ditanya tentang kemungkinan Inter meraih Scudetto musim ini, ia tersenyum dan berkata:
“Jika kami memenangkan Scudetto, mungkin iya, saya rela mengecat rambut saya seperti yang saya lakukan di Napoli.”
Pernyataan ini tidak hanya menambah warna pada wawancara, tetapi juga menunjukkan bahwa Zielinski menikmati suasana tim yang lebih santai namun tetap kompetitif. Humor kecilnya menjadi cerminan hubungan hangat dengan rekan setim dan manajemen, serta optimisme terhadap perjalanan Inter musim ini.
Atmosfer Tim yang Lebih Sehat
Secara keseluruhan, Zielinski menegaskan bahwa perubahan pendekatan pelatih membawa atmosfer yang lebih sehat di ruang ganti Inter. Rotasi pemain yang adil, kepercayaan yang merata, dan peluang bagi setiap individu untuk berkontribusi membentuk tim yang lebih solid dan termotivasi.
Musim ini, Inter bukan hanya mengandalkan segelintir pemain inti. Setiap pemain merasa menjadi bagian penting dalam rencana tim, dan hal ini diyakini Zielinski akan sangat berpengaruh pada performa tim secara keseluruhan.
Kesimpulan
Piotr Zielinski menyoroti bahwa keberhasilan individu dan tim tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh atmosfer, kepercayaan, dan manajemen yang bijak. Dengan Chivu di kursi pelatih, Inter menunjukkan perubahan positif yang dirasakan langsung oleh pemain seperti Zielinski.
Optimisme Zielinski, disertai humor khasnya soal mengecat rambut jika Scudetto diraih, menjadi gambaran bahwa Inter saat ini bukan hanya kompetitif, tetapi juga tim yang lebih percaya diri dan solid. Jika atmosfer positif ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin Inter akan menjadi kekuatan yang sulit ditandingi di Serie A musim ini.
Komentar