Mesir unggul cepat, namun Zimbabwe menahan laju mereka dan sempat menyamakan skor melalui Khama Billiat. Selama 90 menit, kedua tim saling menekan, menghadirkan peluang yang terbuang, dan taktik yang saling membalas. Kemenangan tipis ini sekaligus menjadi pengingat bahwa AFCON 2025 tidak akan memberikan ruang bagi tim besar untuk bermain santai.
Babak Pertama: Gol Cepat dan Tekanan Awal
Laga dimulai dengan Mesir menguasai bola dan mencoba menekan sejak menit pertama. Pelatih Riverside Pharaohs menempatkan Mohamed Salah di sisi kanan, mengandalkan kecepatannya untuk menciptakan ruang.
Hanya berselang 12 menit, Salah berhasil membuka skor dengan tendangan akurat dari luar kotak penalti. Stadion bergemuruh, tetapi Mesir tidak bisa sepenuhnya tenang. Lini tengah mereka beberapa kali kehilangan bola, dan serangan sering terhenti sebelum mencapai area berbahaya.
Mesir berulang kali mencoba melebar melalui sayap, tetapi beberapa crossing gagal dikonversi menjadi gol. Peluang Abdelmonem di menit ke-28 hampir menggandakan skor, tetapi tendangannya melebar tipis. Zimbabwe menunjukkan disiplin tinggi, menutup ruang dan menunggu celah untuk melakukan serangan balik. Babak pertama ditutup dengan skor 1‑0, tetapi jelas Mesir belum sepenuhnya nyaman dalam menguasai pertandingan.
Babak Kedua: Zimbabwe Bangkit dan Menyamakan Skor
Memasuki babak kedua, tekanan dari Zimbabwe mulai terasa. Tim ini tampil lebih agresif, menekan lini tengah Mesir, dan memanfaatkan celah ketika Mesir membangun serangan dari belakang.
Di menit ke-55, Khama Billiat memanfaatkan kesalahan operan lini tengah Mesir untuk menyamakan skor menjadi 1‑1. Gol ini membuat suporter Mesir terkejut, sekaligus menegaskan bahwa tim kecil pun bisa memberikan tekanan berat kepada tim besar.
Mesir kesulitan mengatur tempo, beberapa peluang emas terbuang sia-sia. Pada menit ke-68, tendangan Abdelmonem membentur tiang gawang. Zimbabwe juga beberapa kali mengancam melalui serangan balik cepat, menunjukkan kelemahan pertahanan Mesir saat menghadapi tekanan tinggi. Babak kedua berjalan sengit, dengan kedua tim saling menekan hingga menit-menit akhir, memperlihatkan ketegangan dan drama di setiap detik pertandingan.
Gol Penentu: Mohamed Abdelmonem Menjadi Pahlawan
Kemenangan Mesir akhirnya lahir di menit ke-89 melalui Mohamed Abdelmonem, bek yang naik membantu serangan. Memanfaatkan serangan balik cepat, ia menembus pertahanan Zimbabwe dan menaklukkan kiper dengan tendangan mendatar. Gol ini memastikan Mesir unggul 2‑1 dan membawa tiga poin penting.
Momen ini menjadi bukti bahwa pemain bertahan pun bisa menjadi penentu kemenangan. Meski menang, kemenangan tipis ini menegaskan bahwa Mesir masih memiliki celah kritis di lini tengah dan pertahanan yang bisa dieksploitasi lawan di laga-laga berikutnya.
Sorotan Pemain dan Analisis Performa
- Mohamed Salah (Mesir): Motor serangan Mesir, membuka skor, dan terus mengancam pertahanan Zimbabwe. Heatmap menunjukkan dominasi di sisi kanan, penetrasi konstan, dan beberapa crossing berbahaya.
- Mohamed Abdelmonem (Mesir): Pahlawan menit akhir, bergerak cerdas dari lini belakang ke depan, memanfaatkan peluang krusial.
- Khama Billiat (Zimbabwe): Gol penyama kedudukan menjadi simbol keberanian dan efektivitas tim kecil menghadapi tim besar. Aktif di sisi kiri, memanfaatkan ruang kosong, melakukan dribel, dan tembakan berbahaya.
Mesir mendominasi penguasaan bola (58%) dan tembakan ke gawang (10 kali), namun efektivitas penyelesaian akhir masih rendah. Lini tengah dan pertahanan yang rentan menjadi pekerjaan rumah besar bagi pelatih.
Analisis Taktik
Mesir menguasai bola, tapi kehilangan ritme ketika menghadapi tekanan. Serangan balik cepat Zimbabwe beberapa kali hampir membahayakan gawang. Lini tengah Mesir terlihat rentan terhadap pressing tinggi, sementara koordinasi antara gelandang dan bek tengah masih perlu diperbaiki. Pelatih kemungkinan akan menyesuaikan formasi dan strategi untuk laga-laga berikutnya, terutama menghadapi tim yang agresif dan disiplin.
Prediksi Pertandingan Berikutnya
- Mesir vs Afrika Selatan: Mesir harus meningkatkan koordinasi lini tengah dan penyelesaian akhir. Kemenangan tipis hari ini menjadi peringatan penting bagi tim juara bertahan.
- Zimbabwe vs Guinea: Moral tinggi setelah mencetak gol, peluang tim ini meraih poin penting tetap terbuka jika efektivitas penyelesaian ditingkatkan.
Momen Yang Ditunggu
Kemenangan 2‑1 Mesir atas Zimbabwe menegaskan bahwa juara bertahan tak bisa menang besar tanpa konsistensi, fokus, dan koordinasi penuh. AFCON 2025 baru dimulai, namun kemenangan tipis ini menjadi peringatan: tim-tim lain bisa memberikan perlawanan sengit, dan setiap gol bisa menjadi penentu hasil pertandingan. Mesir harus segera menemukan ritme terbaik dan meningkatkan efektivitas serangan agar bisa mempertahankan gelar. Para penggemar kini menanti apakah Mesir bisa tampil dominan ataukah kemenangan tipis ini menjadi peringatan keras di awal turnamen.
Komentar