Menit 1–15 — Awal Laga, Arsenal Langsung Menguasai Bola
Kick-off dimulai di Goodison Park. Arsenal langsung mengambil inisiatif permainan dengan penguasaan bola tinggi. Declan Rice dan Martin Ødegaard mengatur tempo di lini tengah, sementara Everton memilih bertahan rapat dan menunggu peluang serangan balik.
Menit ke-7, Arsenal mengancam lewat tembakan jarak jauh Bukayo Saka, namun bola masih melenceng dari sasaran. Everton merespons melalui umpan panjang ke Dominic Calvert-Lewin, tetapi Gabriel Magalhães tampil sigap memenangi duel udara.
Atmosfer stadion terasa intens. Suporter Everton terus memberi tekanan, sementara Arsenal tampak tenang memainkan ritme.
Menit 16–30 — Tekanan Arsenal dan Keputusan VAR
Arsenal meningkatkan intensitas serangan. Kombinasi cepat di sisi kiri antara Gabriel Martinelli dan Oleksandr Zinchenko beberapa kali memaksa bek Everton bekerja ekstra.
Menit 24, momen krusial terjadi. Martinelli dijatuhkan di kotak penalti saat mencoba menusuk dari sisi kiri. Wasit sempat membiarkan permainan berjalan, namun setelah intervensi VAR, keputusan berubah.
27’ – GOAL ARSENAL (Penalti)Viktor Gyökeres maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, ia mengecoh kiper Everton dan mengarahkan bola ke sudut gawang. Arsenal unggul 1-0, membuat pendukung tuan rumah terdiam.
Everton mencoba bangkit, namun kesulitan keluar dari tekanan Arsenal.
Menit 31–45 — Everton Bertahan, Arsenal Kontrol Permainan
Setelah unggul, Arsenal tidak mengendurkan serangan. Ødegaard nyaris menggandakan keunggulan di menit 36 lewat sepakan melengkung, tetapi bola ditepis kiper Everton.
Everton lebih fokus bertahan. Beberapa kali Calvert-Lewin mencoba menahan bola di depan, namun minim dukungan dari lini kedua. Hingga akhir babak pertama, Arsenal tetap mendominasi tanpa tambahan gol.
Babak pertama berakhir: Everton 0–1 Arsenal
Menit 46–60 — Everton Lebih Berani Menyerang
Memasuki babak kedua, Everton tampil lebih agresif. Tekanan tinggi mulai diterapkan, memaksa Arsenal kehilangan bola di area sendiri.
Menit 52, peluang emas Everton tercipta. Sepakan Abdoulaye Doucouré dari dalam kotak penalti memaksa David Raya melakukan penyelamatan gemilang. Stadion bergemuruh, memberi harapan bagi tuan rumah.
Arsenal merespons dengan serangan balik cepat, mengandalkan kecepatan Saka dan Martinelli.
Menit 61–75 — Jual Beli Serangan
Pertandingan semakin terbuka. Everton mencoba memanfaatkan bola mati, sementara Arsenal tetap berbahaya lewat transisi cepat.
Menit 68, Gyökeres hampir mencetak gol kedua setelah menerima umpan terobosan, namun sepakannya masih melebar tipis. Di sisi lain, Everton nyaris menyamakan kedudukan lewat sundulan Calvert-Lewin, tetapi bola membentur mistar gawang.
Ketegangan meningkat, duel-duel keras mulai sering terjadi di lini tengah.
Menit 76–85 — Arsenal Bertahan, Everton Menekan
Everton mengurung pertahanan Arsenal di 15 menit terakhir. Umpan silang bertubi-tubi dilepaskan dari kedua sisi lapangan, memaksa William Saliba dan Gabriel bekerja ekstra.
Menit 82, Everton kembali mendapat peluang melalui tendangan voli pemain pengganti, namun David Raya kembali tampil solid di bawah mistar.
Arsenal memilih bermain aman, menurunkan tempo dan menjaga penguasaan bola.
Menit 86–90+ — Tekanan Terakhir Tanpa Gol
Di menit-menit akhir, Everton mengerahkan seluruh pemain ke depan. Kiper ikut naik saat situasi bola mati, tetapi pertahanan Arsenal tetap disiplin.
Wasit memberikan tambahan waktu, namun tidak ada gol tercipta. Arsenal berhasil mematikan ritme permainan hingga peluit panjang dibunyikan.
Full Time — Skor Akhir
Everton 0 – 1 Arsenal
- Gol Arsenal: Viktor Gyökeres (27’ pen)
- Momen kunci: Penalti hasil tinjauan VAR
- Pemain kunci: David Raya (penyelamatan penting), Declan Rice (kontrol lini tengah)
Arsenal pulang dengan tiga poin penting dari Goodison Park berkat permainan disiplin dan efisiensi tinggi, sementara Everton harus menerima kekalahan tipis meski tampil lebih agresif di babak kedua.
Komentar