Rumor masa depan Joao Cancelo kembali menghangat jelang bursa transfer Januari 2026. Bek sayap asal Portugal itu dikabarkan berpotensi meninggalkan Al Hilal setelah namanya tidak terdaftar dalam skuad liga. Situasi tersebut memicu spekulasi luas tentang kemungkinan Cancelo kembali merumput di Eropa, dengan sejumlah klub elite mulai dikaitkan.
Di tengah rumor itu, muncul satu pertanyaan menarik di kalangan penggemar sepak bola: bagaimana jika Joao Cancelo bermain di sisi kanan dan Federico Dimarco mengisi sisi kiri? Di atas kertas, kombinasi ini terlihat luar biasa ofensif, namun juga menyimpan risiko besar jika tidak ditopang sistem yang tepat.
Situasi Cancelo dan Peluang Kembali ke Eropa
Keputusan Al Hilal yang tidak mendaftarkan Joao Cancelo dalam skuad liga menjadi sinyal kuat bahwa masa depan sang pemain tengah berada di persimpangan. Cancelo dikenal sebagai bek sayap modern dengan kemampuan menyerang di atas rata-rata, bahkan sering berperan sebagai playmaker tambahan dari sisi lapangan.
Kembali ke Eropa menjadi opsi realistis bagi Cancelo, terutama bagi klub yang mengedepankan penguasaan bola dan build-up dari lini belakang. Pengalamannya di liga top Eropa membuatnya tetap menjadi aset bernilai tinggi, meski usianya tak lagi muda.
Dimarco, Bek Kiri dengan Kualitas Elit
Di sisi lain, Federico Dimarco telah menjelma menjadi salah satu bek kiri terbaik di Eropa. Kontribusinya tidak hanya terbatas pada pertahanan, tetapi juga sangat vital dalam fase menyerang. Crossing akurat, tendangan jarak jauh, serta pemahaman ruang yang baik membuat Dimarco menjadi senjata utama dari sisi kiri.
Dimarco juga dikenal memiliki stamina tinggi dan keberanian naik menyerang, karakter yang membuatnya sangat cocok dalam sistem yang agresif dan proaktif.
Potensi Besar dalam Fase Build-Up
Jika Cancelo di kanan dan Dimarco di kiri bermain bersama, fase build-up tim akan sangat fleksibel. Cancelo memiliki kecenderungan masuk ke half-space atau bahkan ke tengah, berfungsi sebagai gelandang tambahan. Sementara itu, Dimarco dapat tetap melebar di sisi kiri untuk menjaga lebar permainan.
Kombinasi ini memungkinkan tim membentuk struktur menyerang 3-2-5 atau 2-3-5 saat menguasai bola. Dengan dua fullback kreatif, aliran bola ke sepertiga akhir lapangan akan jauh lebih variatif dan sulit ditebak lawan.
Ancaman Nyata di Transisi Bertahan
Namun, di balik potensi ofensif yang besar, kombinasi ini menyimpan risiko serius dalam transisi bertahan. Cancelo dan Dimarco sama-sama memiliki naluri menyerang tinggi, yang berarti ruang di belakang mereka bisa menjadi sasaran empuk saat kehilangan bola.
Lawan dengan winger cepat dan skema serangan balik langsung berpotensi mengeksploitasi celah tersebut. Tanpa struktur pertahanan yang solid, kombinasi ini bisa menjadi bumerang di laga-laga besar.
Kebutuhan Akan Gelandang dan Bek Tengah Ideal
Agar duet Cancelo–Dimarco bekerja optimal, tim harus memiliki gelandang bertahan disiplin yang mampu membaca permainan dan menutup ruang saat fullback naik. Selain itu, dua bek tengah dengan kecepatan dan kemampuan duel satu lawan satu menjadi syarat mutlak.
Dalam sistem empat bek, peran gelandang bertahan menjadi sangat krusial. Sementara dalam sistem tiga bek, risiko bisa lebih teredam karena adanya lapisan ekstra di lini belakang.
Sistem Ideal: Tiga Bek Jadi Solusi
Formasi 3-5-2 atau 3-4-3 dinilai sebagai sistem paling ideal untuk memaksimalkan Cancelo dan Dimarco. Dalam skema ini, keduanya dapat beroperasi sebagai wing-back dengan kebebasan menyerang lebih besar tanpa mengorbankan keseimbangan tim.
Tiga bek tengah di belakang mereka akan membantu menutup ruang saat transisi bertahan, sehingga potensi ofensif kedua pemain bisa dimaksimalkan tanpa risiko berlebihan.
Cocok untuk Klub Seperti Apa?
Kombinasi ini sangat cocok untuk tim yang dominan dalam penguasaan bola dan berani bermain tinggi. Klub dengan filosofi menyerang dan pressing agresif akan diuntungkan dengan kehadiran dua bek sayap kreatif ini.
Sebaliknya, tim yang mengandalkan low block atau pendekatan pragmatis kemungkinan akan kesulitan menyeimbangkan risiko dan manfaat dari duet Cancelo–Dimarco.
Kesimpulan: Indah, Berani, tapi Perlu Struktur
Secara keseluruhan, Cancelo di kanan dan Dimarco di kiri adalah kombinasi kelas dunia dalam fase menyerang. Kreativitas, progresi bola, dan kualitas umpan silang berada di level tertinggi. Namun, tanpa sistem dan pemain pendukung yang tepat, risiko di lini pertahanan tak bisa diabaikan.
Jika ditempatkan dalam struktur yang ideal, duet ini bisa menjadi salah satu kombinasi bek sayap paling mematikan di Eropa. Indah untuk ditonton, berani dalam eksekusi, dan berpotensi menentukan arah permainan di level tertinggi.
Komentar