gardabola
  • Home
  • Liga Inggris
  • Spanyol
  • Liga Italia
  • Liga Jerman
  • Liga Belanda
  • Liga Prancis
  • Jadwal Bola
  • Hasil Pertandingan
  • Transfer
  • Fifa Club World Cup
  • Liga Indonesia
BerandaIndonesia

Bicara Soal Itung-Itungan Gaji Ketiga Pelatih Timnas

. 29.12.25

Sejak era Luiz Milla, Timnas Indonesia mengalami perjalanan panjang dalam memilih pelatih kepala. Gaji yang ditawarkan selalu menjadi sorotan, apalagi ketika dikaitkan dengan prestasi yang dicapai. Dari Luiz Milla hingga Shin Tae-yong, dan kini John Herdman, perhitungan gaji pelatih Timnas tidak selalu sejalan dengan hasil di lapangan.


Gaji Tinggi, Prestasi Tidak Selalu Menyertainya

Luiz Milla, pelatih asal Spanyol yang menukangi Timnas Indonesia pada periode 2017–2018, tercatat sebagai pelatih dengan gaji tertinggi, yaitu Rp2 miliar per tahun. Namun, prestasi tim saat itu tidak sebanding dengan besarnya biaya yang dikeluarkan. Hal ini menjadi contoh nyata bahwa gaji mahal bukan jaminan keberhasilan di lapangan.

Kasus Milla menunjukkan bahwa Timnas Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar nama besar. Faktor pemahaman terhadap karakteristik pemain, kondisi sepak bola lokal, dan kemampuan membangun tim yang solid ternyata lebih penting daripada angka yang tertera di kontrak.


Shin Tae-yong: Kerja Nyata, Hasil Kontroversial

Shin Tae-yong, pelatih asal Korea Selatan, memiliki dua periode kontrak di Timnas Indonesia. Periode pertamanya dari 2021 hingga 2024 dengan gaji Rp1,1 miliar, dan periode kedua 2024–2027 dengan gaji Rp1,9 miliar.

Shin dikenal bekerja keras membangun fondasi tim, terutama dalam pengembangan pemain muda dan penyusunan strategi jangka panjang. Namun, meskipun kerja nyata terlihat jelas, beberapa keputusan manajemen justru membuatnya dipecat atau dikritik.

Fenomena ini menunjukkan dilema yang sering dihadapi Timnas Indonesia: pelatih yang fokus pada proses pembangunan jangka panjang seringkali tidak sejalan dengan tekanan untuk meraih hasil instan. Shin Tae-yong tetap dianggap sebagai sosok yang membawa perubahan signifikan, meski tidak selalu dihargai secara penuh oleh pihak federasi.


Patrick Kluivert: Nama Besar, Hasil Minimal

Patrick Kluivert, pelatih asal Belanda, datang dengan reputasi internasional yang mentereng. Namun, pada periode 2025–2027 dengan gaji Rp1,5 miliar, ia gagal memberikan hasil yang signifikan bagi Timnas Indonesia.

Kasus Kluivert menjadi pelajaran penting: nama besar di sepak bola dunia tidak otomatis menjamin kesuksesan di konteks lokal. Faktor adaptasi terhadap kultur sepak bola Indonesia, komunikasi dengan pemain, serta pemahaman terhadap kompetisi lokal menjadi sangat menentukan.


John Herdman: Angka Gaji Terendah, Masa Depan Masih Abu-Abu

Pelatih terbaru, John Herdman asal Inggris, dikabarkan akan menerima gaji Rp650 juta untuk kontrak periode 2026–2028. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan pelatih-pelatih sebelumnya.

Belum ada hasil konkret karena Herdman baru mulai memimpin tim. Namun, keputusan untuk menawarkan gaji lebih rendah menimbulkan pertanyaan: apakah strategi federasi saat ini lebih fokus pada efisiensi biaya atau sekadar percobaan mencari pelatih yang tepat dengan biaya minimal?


Analisis Gaji dan Kinerja Pelatih

Dari data gaji lima tahun terakhir, ada beberapa kesimpulan penting:

  1. Tidak ada korelasi langsung antara gaji tinggi dan prestasi. Contoh nyata adalah Patrick Kluivert dan Luiz Milla.
  2. Pelatih yang paham kondisi lokal dan bekerja keras lebih bernilai jangka panjang, meski gajinya tidak setinggi nama besar. Shin Tae-yong menjadi contoh utama.
  3. Keputusan manajemen sering tidak logis, lebih dipengaruhi oleh tekanan publik atau nama besar pelatih daripada kinerja nyata.

Perjalanan Timnas Indonesia dalam menentukan pelatih menunjukkan bahwa sepak bola bukan soal siapa paling mahal, tapi siapa yang benar-benar mengerti dan bisa bekerja dengan karakteristik pemain lokal. Gaji memang penting, tapi bukan indikator utama keberhasilan.

Federasi sepak bola Indonesia perlu menyeimbangkan antara biaya, pengalaman internasional, dan pemahaman terhadap sepak bola lokal agar Timnas tidak hanya sukses sesaat, tetapi juga memiliki fondasi kuat untuk jangka panjang.

Bagi penggemar, penting untuk melihat bukan hanya angka kontrak, tapi juga hasil kerja nyata di lapangan. Timnas Indonesia akan lebih diuntungkan oleh pelatih yang memahami kultur lokal, sabar membangun tim, dan mampu menghasilkan prestasi berkelanjutan.



Lebih baru Lebih lama

Komentar

Berita Terkait

    BERITA TERBARU

    BERITA PILIHAN

    Berita Populer

    Latest
    Memuat berita...

    #LigaInggris #PialaDunia #Champions #Transfer #Timnas #Spanyol #Italia #Jadwal #Bundesliga #Prancis #Barcelona #RealMadrid #Liverpool #ManchesterUnited #PSG #Inter #Juventus #ACMilan #Arsenal #Chelsea #Jerman #Indonesia #Amerika #Afrika #Asia #Euro #PialaDunia

    Komentar

    ;}

    Comments

    Responsive Advertisement

    Most Recent

    Lennart Karl, Anak Muda Jerman yang disebut Titisan Mesut Özil

    . 16.12.25

    Gaji Fantastis dan Mahar Transfer Bruno Fernandes Jika Jadi Dipinang Al Hilal

    18.12.25

    Konflik Mbappé vs PSG Memanas: Tuntutan Ratusan Juta Euro Mengguncang Sepak Bola Prancis

    17.12.25

    Mencuatnya Kabar Soal Pelatih Barca Mencari Opsi Tambahan Bek di Bursa Januari

    4.1.26

    Klub Klub Kecil Yang Melahirkan Para Pemain Bintang Dunia

    19.12.25

    Dilihat

    Paing Banyak Dilihat

    Lennart Karl, Anak Muda Jerman yang disebut Titisan Mesut Özil

    16.12.25

    Gaji Fantastis dan Mahar Transfer Bruno Fernandes Jika Jadi Dipinang Al Hilal

    18.12.25

    Konflik Mbappé vs PSG Memanas: Tuntutan Ratusan Juta Euro Mengguncang Sepak Bola Prancis

    17.12.25

    Mencuatnya Kabar Soal Pelatih Barca Mencari Opsi Tambahan Bek di Bursa Januari

    4.1.26

    Klub Klub Kecil Yang Melahirkan Para Pemain Bintang Dunia

    19.12.25

    Jadwal Liga Spanyol Pekan ke-17 2025/2026: Siap-siap Saksikan Laga Seru

    18.12.25

    Estêvão Willian, Wonderkid Brasil “Messinho” yang Siap Gemparkan Premier League

    16.12.25

    Jadwal Lengkap Liga Belanda Pekan ke 17 dan Klasemen Terbaru

    18.12.25

    Claudio Echeverri: Talenta Muda yang Dinilai Mirip Lionel Messi, Apa Kemiripannya?

    18.12.25

    Ambisi MU Datangkan Antoine Semenyo : Mampukah Terwujud? Formasi Baru Jika Jadi Datang

    25.12.25
    Design by Templateify | Distributed by Theme

    Formulir Kontak