Turnamen paling prestisius di benua Afrika, Africa Cup of Nations (AFCON) 2025, resmi dimulai di Maroko. Pembukaan ajang ini menandai dimulainya persaingan ketat antar negara terbaik Afrika, sekaligus menjadi momentum penting bagi Maroko yang berambisi menjadikan turnamen ini sebagai etalase kekuatan sepak bola modern Afrika.
Sebagai tuan rumah, Maroko datang dengan rasa percaya diri tinggi. Infrastruktur stadion, fasilitas latihan, hingga sistem transportasi telah dipersiapkan secara maksimal.
Pemerintah dan federasi sepak bola Maroko berharap AFCON 2025 bukan sekadar turnamen, tetapi juga pertunjukan kualitas organisasi dan atmosfer sepak bola kelas dunia.
AFCON 2025 juga memiliki makna strategis bagi Maroko. Turnamen ini dipandang sebagai pemanasan besar menuju Piala Dunia 2030, yang akan digelar bersama Spanyol dan Portugal.
Lewat ajang ini, Maroko ingin menunjukkan kesiapan mereka sebagai salah satu pusat sepak bola global di masa depan.
Dari sisi persaingan, Maroko termasuk dalam daftar unggulan juara. Skuad Atlas Lions diperkuat banyak pemain yang merumput di liga-liga top Eropa, serta memiliki pengalaman besar setelah tampil impresif di Piala Dunia 2022.
Dukungan penuh publik tuan rumah menjadi modal tambahan yang tak bisa dianggap remeh. Namun, jalan Maroko menuju gelar tidak akan mudah.
Sejumlah tim kuat lain seperti Senegal, Mesir, Aljazair, Pantai Gading, dan Nigeria juga datang dengan ambisi besar.
AFCON dikenal sebagai turnamen penuh kejutan, di mana kekuatan tradisional kerap mendapat perlawanan sengit dari tim-tim kuda hitam.
Dengan atmosfer stadion yang diprediksi meriah, kualitas pemain yang semakin merata, serta rivalitas klasik antar negara Afrika, AFCON 2025 dipastikan menyajikan tontonan menarik.
Turnamen ini bukan hanya soal siapa yang mengangkat trofi, tetapi juga tentang kebanggaan, identitas, dan kemajuan sepak bola Afrika di mata dunia.
Komentar